LATAR BELAKANG
Kita sering mendengar istilah pemberdayaan masyarakat. Apa sebenarnya arti dari pemberdayaan masyarakat tersebut? Secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat.
Dari definisi tersebut terlihat ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat. Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan dalam pertanian dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain. Lembaga-lembaga adat yang sudah ada sebaiknya perlu dilibatkan karena lembaga inilah yang sudah mapan, tinggal meningkatkan kemampuannya saja
Proses pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari upaya masyarakat itu sendiri dalam mengubah kehidupannya, oleh sebab itu dalam pemberdayaan di perlukan pihak-pihak yang mampu untuk mejadi motivator serta menjadi penggerak dan pendamping didalam melakukan perubahan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi.
Dalam pengertian yang lebih luas, pemberdayaan masyarakat merupakan proses untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya untuk mencapai suatu keberlanjutan dalam jangka panjang.
Pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu tema sentral dalam pembangunan masyarakat seharusnya diletakkan dan diorientasikan searah dan selangkah dengan paradigma baru pendekatan pembangunan. Paradigma pembangunan lama yang bersifat top-down perlu direorientasikan menuju pendekatan bottom-up yang menempatkan masyarakat atau petani di pedesaan sebagai pusat pembangunan atau oleh Chambers dalam Anholt (2001) sering dikenal dengan semboyan “put the farmers first”.
Menurut Nasikun (2000:27) paradigma pembangunan yang baru tersebut juga harus berprinsip bahwa pembangunan harus pertama-tama dan terutama dilakukan atas inisitaif dan dorongan kepentingan-kepentingan masyarakat, masyarakat harus diberi kesempatan untuk terlibat di dalam keseluruhan proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya; termasuk pemilikan serta penguasaan aset infrastrukturnya sehingga distribusi keuntungan dan manfaat akanlebih adil bagi masyarakat.
Aspek penting dalam suatu program pemberdayaan masyarakat adalah program yang disusun sendiri oleh masyarakat, mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mendukung keterlibatan kaum miskin dan kelompok yang terpinggirkan lainnya, dibangun dari sumberdaya lokal, sensitif terhadap nilai-nilai budaya lokal, memperhatikan dampak lingkungan, tidak menciptakan ketergantungan, berbagai pihak terkait terlibat (instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, swasta dan pihak lainnya), serta dilaksanakan secara berkelajutan.
B.BEKERJA DENGAN MASYARAKAT
Pemberdayaan masyarakat terkait erat dengan faktor internal dan eksternal. Tanpa mengecilkan arti dan peranan salah satu faktor, sebenarnya kedua faktor tersebut saling berkontribusi dan mempengaruhi secara sinergis dan dinamis. Meskipun dari beberapa contoh kasus yang disebutkan sebelumnya faktor internal sangat penting sebagai salah satu wujud self-organizing dari masyarakat namun kita juga perlu memberikan perhatian pada faktor eksternalnya.
Proses pemberdayaan masyarakat mestinya juga didampingi oleh suatu tim fasilitator yang bersifat multidisplin. Tim pendamping ini merupakan salah satu external factor dalam pemberdayaan masyarakat. Peran tim pada awal proses sangat aktif tetapi akan berkurang secara bertahap selama proses berjalan sampai masyarakat sudah mampu melanjutkan kegiatannnya secara mandiri. Dalam operasionalnya inisiatif tim pemberdayaan masyarakat (PM) akan pelan-pelan dikurangi dan akhirnya berhenti. Peran tim PM sebagai fasilitator akan dipenuhi oleh pengurus kelompok atau pihak lain yang dianggap mampu oleh masyarakat.
Teknik-Teknik Pengembangan Masyarakat
Pekerja sosial yang beekerja dengan masyarakat di tuntut untuk memiliki seperangkat teknik-teknik Bimbingan Sosial Masyarakat yang menjaminkeberhasilan didalam menjalankan tugasnya. Adapun teknik-teknik tersebut antara lain :
1. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian informasi atau pesan yang dapat berupa petunjuk nasehat atau pengarahan dari seseorang kepada masyarakat.
2. Konsultasi ialah pemberian petunjuk atau pengarah dari konsultan kepada seseorang atau kelompok atau organisasi sosial.
3. Wawancara ialah komunikasi lisan.
4. Pendidikan dan pelatihan, Tujuannya ialah menolong seseorang atau sekelompok orang untuk memperoleh pengertian dalam mengembangkan kecakapan tertentu.
5. Hubungan masyarakat ialah membangun relasi antara masyarakat dengan seseorang atau sekelompok di luar masyarakat tersebut, Tujuannya ialah untuk memperoleh tanggapan dari masyarakat tentang layanan suatu Organisasi, sehingga itu dapat meningkatkan mutu layanannya.
Langkah-langkah pembangunan Masyarakat
1. Mengenal masyarakat dengan cera mengenal kontak Awal, untuk mengetahui keadaan masyarakat melalui observasi
2. Mengumpulkan data atau informasi tentang masyarakat
3. Mengidentifikasi pemimpim-pemimpin masyarakat yang kelak akan bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan
4. Mendorong masyarakat untuk menyadari bahwa mereka mengalami masalah
5. Mengajak masyarakat agar mau membicarakan masalahnya
6. Membimbing masyarakat untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang paling mendesak untuk di tangani
7. Mengembangkan kepercayaan diri bahwa masyarakat mampu memecahkan masalahnya sendiri
8. Menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan atau mungkin belum dilaksanakan pada saat itu
9. Menyadari akan adanya kekuatan-kekuatan dan kelemahan dalam masyarakat
10. Mengajak semua anggota masyarakat agar mau bekerja sama menindak lanjuti kegiatan pemecahan masalah
11. Meningkatkan swadaya masyarakat
Keterampilan Dalam Bekerja Dengan Masyarakat
1. Pengumpulan data dan informasi tentang masalah dan kebutuhan masyarakat
2. Penentuan Kebutuhan atau sumber-sumber
3. Penetapan tujuan dan rencana Intervensi atau alternatif pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan
4. Pelaksanaan intervensi yaitu memelihara dan menciptakan kepercayaan diri masyarakat
5. Penciptaan struktur plaksanaan intervensi yaitu membentuk suatu organisasi atau lembaga yang akan melaksanakan program intervensi
6. Penyusunan laporan dan penyebaran informasi
7. Pemantauan dan evaluasi hasil intervensi.
Untuk dapat memfungsikan masyarakat, maka harus dilakukan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Menarik orang – orang yang mempunyai inisiatif dan dapat bekerja, untuk membentuk kepanitiaan yang akan menangani masalah – masalah yang berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,
b. Membuat rencana kerja yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh keseluruhan masyarakat,
c. Melakukan upaya penyebaran rencana ( kampanye ) untuk mensukseskan rencana tersebut.
PERSYARATAN PETUGAS
Sebagai contoh “ Promotor kesehatan Desa”
Untuk menentukan seseorang sebagai “Community Worker” atau sebagai “Promotor Kesehatan Desa (Promokesa)”, harus memiliki syarat – syarat sebagai berikut :
1. Mampu menggunakan berbagai pendekatan kepada masyarakat sehingga dapat menarik kepercayaan masyarakat,
2. Mampu mengajak masyarakat untuk bekerjasama serta membangun rasa saling percaya antara petugas dan masyarakat,
3. Mengetahui dengan baik sumber daya dan sumber alam yang ada di masyarakat, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah,
4. Mampu berkomunikasi secara baik dengan masyarakat, menggunakan metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat sehingga informasi dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh masyarakat,
5. Mempunyai kemampuan profesional dalam berhubungan dengan masyarakat, baik formal leader maupun informal leader,
6. Mempenyai pengetahuan tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keadaan lingkungannya,
7. Mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan yang dapat diajarkan kepada masyarakat,
8. Mengetahui dinas – dinas terkait dan tenaga ahli yang ada di wilayah tersebut untuk dimintakan bantuan keikutsertaannya dalam memecahkan masalah masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Proses pemberdayaan masyarakat mestinya juga didampingi oleh suatu tim fasilitator yang bersifat multidisplin. Tim pendamping ini merupakan salah satu external factor dalam pemberdayaan masyarakat. Peran tim pada awal proses sangat aktif tetapi akan berkurang secara bertahap selama proses berjalan sampai masyarakat sudah mampu melanjutkan kegiatannnya secara mandiri. Dalam operasionalnya inisiatif tim pemberdayaan masyarakat (PM) akan pelan-pelan dikurangi dan akhirnya berhenti. Peran tim PM sebagai fasilitator akan dipenuhi oleh pengurus kelompok atau pihak lain yang dianggap mampu oleh masyarakat.
Bekerja dengan masyarakat berarti menjadi motivator dan fasilitator di dalam perubahan dan pengembangan masyarakat, agar masyarakat bisa mandiri dan mampu menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya maka tugas seorang Pendamping/ pekerja sosial ialah memberikan bimbingan dan melakukan Langkah-langkah dalam pengembangan masyarakat.
Aspek penting dalam suatu program pemberdayaan masyarakat adalah program yang disusun sendiri oleh masyarakat, mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mendukung keterlibatan kaum miskin dan kelompok yang terpinggirkan lainnya, dibangun dari sumberdaya lokal, sensitif terhadap nilai-nilai budaya lokal, memperhatikan dampak lingkungan, tidak menciptakan ketergantungan, berbagai pihak terkait terlibat (instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, swasta dan pihak lainnya), serta dilaksanakan secara berkelajutan.
B.SARAN
Penulis menyadari tentu masih banyak kekurangan dan kesalahan di dalam makalh ini, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna kesempurnaan makalah kami berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Kodarni,S.ST,M.pd,Komplikasi dan bahan Ajar,Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar